Detail Buku
Togamas Ecommerce Peta Dalam Rumah (kumpulan Puisi)

Selarik kata-kata dari Amanat Galunggung itu jika diterjemahkan, kira-kira begini artinya: ada masa lalu maka ada masa kini, tak akan ada masa kini kalau tidak ada masa lalu. Mereka, masa lalu, masa kini, dan masa depan, bersatu dalam satu tubuh. Tubuh waktu. Puisi bagi saya adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan. Puisi mencari ruangnya sendiri dalam tubuh waktu.

Kumpulan puisi ini adalah rumah bagi puisi yang lahir selama sepuluh tahun. Rumah ini, seperti halnya rumah tempat saya tinggal. Rumah yang saya cintai. Di dalamnya ada keluarga yang juga saya cintai. Tempat awal belajar tentang segala sesuatu. Tempat awal mengenal banyak hal, terutama diri sendiri. Di rumah saya tinggal, mungkin sesekali pergi, namun tetap kembali menghuni rumah. Sebab saya memang orang rumahan. Barangkali puisi-puisi saya juga seperti itu memandang buku tempat mereka tinggal.


Peta dalam Rumah adalah kumpulan puisi terbaru karya Toni Lesmana, penulis kelahiran Sumedang, 25 November 1976. Toni menulis dalam Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia. Ia beberapa kali mendapat penghargaan Lembaga Basa Sastra Sunda (LBSS), baik untuk puisi maupun cerpen. Cerpennya yang berjudul Citangis Ratri, menjadi juara pertama dalam Lomba Kritik Sosial dalam Bentuk Carpon, yang diadakan oleh Fakultas IPS Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.Sementara itu, karya dalam Bahasa Indonesia tersiar dalam berbagai media, seperti Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Jawa Pos, dan lainnya. Salah satu cerpennya, Jam Malam Kota Merah, masuk dalam Cerpen Pilihan Kompas 2011.Buku Kumpulan Puisinya Tamasya Cikaracak masuk 5 besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2017. Kumpulan cerpen terbarunya Tamasya Kota Pernia (Basabasi, 2018).

9786237290674 45000
Peta Dalam Rumah (kumpulan Puisi)
45000

Selarik kata-kata dari Amanat Galunggung itu jika diterjemahkan, kira-kira begini artinya: ada masa lalu maka ada masa kini, tak akan ada masa kini kalau tidak ada masa lalu. Mereka, masa lalu, masa kini, dan masa depan, bersatu dalam satu tubuh. Tubuh waktu. Puisi bagi saya adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan. Puisi mencari ruangnya sendiri dalam tubuh waktu.

Kumpulan puisi ini adalah rumah bagi puisi yang lahir selama sepuluh tahun. Rumah ini, seperti halnya rumah tempat saya tinggal. Rumah yang saya cintai. Di dalamnya ada keluarga yang juga saya cintai. Tempat awal belajar tentang segala sesuatu. Tempat awal mengenal banyak hal, terutama diri sendiri. Di rumah saya tinggal, mungkin sesekali pergi, namun tetap kembali menghuni rumah. Sebab saya memang orang rumahan. Barangkali puisi-puisi saya juga seperti itu memandang buku tempat mereka tinggal.


Peta dalam Rumah adalah kumpulan puisi terbaru karya Toni Lesmana, penulis kelahiran Sumedang, 25 November 1976. Toni menulis dalam Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia. Ia beberapa kali mendapat penghargaan Lembaga Basa Sastra Sunda (LBSS), baik untuk puisi maupun cerpen. Cerpennya yang berjudul Citangis Ratri, menjadi juara pertama dalam Lomba Kritik Sosial dalam Bentuk Carpon, yang diadakan oleh Fakultas IPS Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.Sementara itu, karya dalam Bahasa Indonesia tersiar dalam berbagai media, seperti Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Jawa Pos, dan lainnya. Salah satu cerpennya, Jam Malam Kota Merah, masuk dalam Cerpen Pilihan Kompas 2011.Buku Kumpulan Puisinya Tamasya Cikaracak masuk 5 besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2017. Kumpulan cerpen terbarunya Tamasya Kota Pernia (Basabasi, 2018).

99 Basabasi Indonesia< 9786237290674

Peta Dalam Rumah (Kumpulan Puisi)

Toni Lesmana
Rp. 50.000
Rp. 45.000

DESKRIPSI

Selarik kata-kata dari Amanat Galunggung itu jika diterjemahkan, kira-kira begini artinya: ada masa lalu maka ada masa kini, tak akan ada masa kini kalau tidak ada masa lalu. Mereka, masa lalu, masa kini, dan masa depan, bersatu dalam satu tubuh. Tubuh waktu. Puisi bagi saya adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan. Puisi mencari ruangnya sendiri dalam tubuh waktu.

Kumpulan puisi ini adalah rumah bagi puisi yang lahir selama sepuluh tahun. Rumah ini, seperti halnya rumah tempat saya tinggal. Rumah yang saya cintai. Di dalamnya ada keluarga yang juga saya cintai. Tempat awal belajar tentang segala sesuatu. Tempat awal mengenal banyak hal, terutama diri sendiri. Di rumah saya tinggal, mungkin sesekali pergi, namun tetap kembali menghuni rumah. Sebab saya memang orang rumahan. Barangkali puisi-puisi saya juga seperti itu memandang buku tempat mereka tinggal.


Peta dalam Rumah adalah kumpulan puisi terbaru karya Toni Lesmana, penulis kelahiran Sumedang, 25 November 1976. Toni menulis dalam Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia. Ia beberapa kali mendapat penghargaan Lembaga Basa Sastra Sunda (LBSS), baik untuk puisi maupun cerpen. Cerpennya yang berjudul Citangis Ratri, menjadi juara pertama dalam Lomba Kritik Sosial dalam Bentuk Carpon, yang diadakan oleh Fakultas IPS Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.Sementara itu, karya dalam Bahasa Indonesia tersiar dalam berbagai media, seperti Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Jawa Pos, dan lainnya. Salah satu cerpennya, Jam Malam Kota Merah, masuk dalam Cerpen Pilihan Kompas 2011.Buku Kumpulan Puisinya Tamasya Cikaracak masuk 5 besar Kusala Sastra Khatulistiwa 2017. Kumpulan cerpen terbarunya Tamasya Kota Pernia (Basabasi, 2018).

DETAIL BUKU

Penerbit : Basabasi
Tahun : 2020
Halaman : 99
Berat : 200 Gram
Dimensi : 12 x 18 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786237290674
  • Tamasya Kota Pernia
    Toni Lesmana
    Rp. 60.000
    Rp. 54.000
  • Kita Adalah Sekumpulan Patah Hati Yang Memilih Matahari
    Astri Apriyani
    Rp. 89.000
    Rp. 80.100
  • Pramoedya Menggugat: Melacak Jejak Indonesia (Kumpulan Esai)
    Koh Young Hun
    Rp. 130.000
    Rp. 117.000
  • Alam Terkembang Hilang Berganti
    Chabib Duta Hapsoro
    Rp. 85.000
    Rp. 76.500
  • Laki-Laki Memang Tidak Menangis, Tapi Hatinya Berdarah, Dik
    Rusdi Mathari
    Rp. 45.000
    Rp. 40.500
  • Ada Nama Yang Abadi Di Hati Tapi Tak Bisa Dinikahi
    Maman Suherman
    Rp. 115.000
    Rp. 103.500
  • Cinta Itu Alasan Sekaligus Tujuan
    Kang Maman, Gus Nadir
    Rp. 95.000
    Rp. 85.500
  • Solilokui: Kumpulan Esai Sastra
    Budi Darma
    Rp. 80.000
    Rp. 72.000

RATING DAN ULASAN

RATING PELANGGAN

  • |
  • 0 dari 5
Berdasarkan 0 Peringkat & Ulasan
Rekomendasi
0
Sangat Puas
0
Puas
0
Di Bawah Rata-Rata
0
Tidak Puas
0