Detail Buku
Togamas Ecommerce Abu Doto: Perjuangan Tanpa Akhir

Zaini Abdullah salah satu tokoh Gerakan Aceh Merdeka atau GAM terpenting setelah Hasan Tiro. Malik Mahmud, Ilyas Leube, dan beberapa orang lainnya. Sebelum dengan GAM, Zaini lebih dulu bersinggungan paham DI/TII yang dicetuskan Daud Beureueh. Penyebabnya, sang ayah, Abdullah Hanafiah, pengikut DI/TII Daud Beureueh. Karena itu, pada usia yang masih belia, Zaini telah diajak ayahnya naik gunung "melawan" Jakarta; hal serupa yang kemudian dilakukannya kelak bersama GAM.

Tanpa menafikan perah Abduilah Hanafiah, secara tak langsung. Daud Beureueh dan Hasan Tiro bisa dikatakan "bapak ideologi" Zaini Abdullah dalam menentang ketidakadilan republik terhadap Aceh. Ketika memutuskan bergerilya ke rimba Halimon Pidie, Zaini melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Kuliahnya di kedokteran untuk mengambil spesialis, ditinggalkan demi mencari jalan lain; jalan yang bagi banyak orang begitu penuh marabahaya. Tapi Zaini memang pejuang yang tergoda dengan The Price of Freedom-nya Hasan Tiro. Sang wali Aceh Merdeka ini disebutnya orator ulung yang setara dengan Daud Beureueh.

Kesadaran politik Zaini kian membuhul acapkali ia mendengar Hasan Tiro mengupas alasan-alasan kenapa Tanoh Indatu layak diperjuangkan untuk menentukan nasib sendiri ke mata dunia. Dan Zaini muda ketika berada di Halimon tak pernah menyangka, bahwa pada 22 Desember 1976, Hasan Tiro telah menyebut dirinya seorang pemimpin Aceh masa depan. Zaini lebih berkarakter, tulis Hasan Tiro, ketika kerja suci itu dimulai.

9786237624165 112500
Abu Doto: Perjuangan Tanpa Akhir
112500

Zaini Abdullah salah satu tokoh Gerakan Aceh Merdeka atau GAM terpenting setelah Hasan Tiro. Malik Mahmud, Ilyas Leube, dan beberapa orang lainnya. Sebelum dengan GAM, Zaini lebih dulu bersinggungan paham DI/TII yang dicetuskan Daud Beureueh. Penyebabnya, sang ayah, Abdullah Hanafiah, pengikut DI/TII Daud Beureueh. Karena itu, pada usia yang masih belia, Zaini telah diajak ayahnya naik gunung "melawan" Jakarta; hal serupa yang kemudian dilakukannya kelak bersama GAM.

Tanpa menafikan perah Abduilah Hanafiah, secara tak langsung. Daud Beureueh dan Hasan Tiro bisa dikatakan "bapak ideologi" Zaini Abdullah dalam menentang ketidakadilan republik terhadap Aceh. Ketika memutuskan bergerilya ke rimba Halimon Pidie, Zaini melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Kuliahnya di kedokteran untuk mengambil spesialis, ditinggalkan demi mencari jalan lain; jalan yang bagi banyak orang begitu penuh marabahaya. Tapi Zaini memang pejuang yang tergoda dengan The Price of Freedom-nya Hasan Tiro. Sang wali Aceh Merdeka ini disebutnya orator ulung yang setara dengan Daud Beureueh.

Kesadaran politik Zaini kian membuhul acapkali ia mendengar Hasan Tiro mengupas alasan-alasan kenapa Tanoh Indatu layak diperjuangkan untuk menentukan nasib sendiri ke mata dunia. Dan Zaini muda ketika berada di Halimon tak pernah menyangka, bahwa pada 22 Desember 1976, Hasan Tiro telah menyebut dirinya seorang pemimpin Aceh masa depan. Zaini lebih berkarakter, tulis Hasan Tiro, ketika kerja suci itu dimulai.

0 Circa Indonesia< 9786237624165

Abu Doto: Perjuangan Tanpa Akhir

Mohsa El Ramadan, Mujahid Ar Razi
Rp. 125.000
Rp. 112.500

DESKRIPSI

Zaini Abdullah salah satu tokoh Gerakan Aceh Merdeka atau GAM terpenting setelah Hasan Tiro. Malik Mahmud, Ilyas Leube, dan beberapa orang lainnya. Sebelum dengan GAM, Zaini lebih dulu bersinggungan paham DI/TII yang dicetuskan Daud Beureueh. Penyebabnya, sang ayah, Abdullah Hanafiah, pengikut DI/TII Daud Beureueh. Karena itu, pada usia yang masih belia, Zaini telah diajak ayahnya naik gunung "melawan" Jakarta; hal serupa yang kemudian dilakukannya kelak bersama GAM.

Tanpa menafikan perah Abduilah Hanafiah, secara tak langsung. Daud Beureueh dan Hasan Tiro bisa dikatakan "bapak ideologi" Zaini Abdullah dalam menentang ketidakadilan republik terhadap Aceh. Ketika memutuskan bergerilya ke rimba Halimon Pidie, Zaini melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Kuliahnya di kedokteran untuk mengambil spesialis, ditinggalkan demi mencari jalan lain; jalan yang bagi banyak orang begitu penuh marabahaya. Tapi Zaini memang pejuang yang tergoda dengan The Price of Freedom-nya Hasan Tiro. Sang wali Aceh Merdeka ini disebutnya orator ulung yang setara dengan Daud Beureueh.

Kesadaran politik Zaini kian membuhul acapkali ia mendengar Hasan Tiro mengupas alasan-alasan kenapa Tanoh Indatu layak diperjuangkan untuk menentukan nasib sendiri ke mata dunia. Dan Zaini muda ketika berada di Halimon tak pernah menyangka, bahwa pada 22 Desember 1976, Hasan Tiro telah menyebut dirinya seorang pemimpin Aceh masa depan. Zaini lebih berkarakter, tulis Hasan Tiro, ketika kerja suci itu dimulai.

DETAIL BUKU

Penerbit : Circa
Tahun : 2020
Halaman : -
Berat : 600 Gram
Dimensi : 15 x 23 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786237624165
  • Etika Protestan Dan Semangat Kapitalisme
    Max Weber
    Rp. 85.000
    Rp. 76.500
  • Sejarah Pemilu Yang Dihilangkan
    Faishal Hilmy Maulida
    Rp. 70.000
    Rp. 63.000
  • Moral Mereka Dan Moral Kami
    Leon Trotsky
    Rp. 65.000
    Rp. 58.500
  • Kebudayaan dan Kondisi Post-Tradisi
    Bambang Sugiharto
    Rp. 60.000
    Rp. 54.000
  • Sangkan Paraning Dumadi: Orang Jawa & Rahasia Kematian
    Bendung Layungukuning
    Rp. 48.000
    Rp. 43.200
  • On Writing
    Charles Bukowski
    Rp. 79.000
    Rp. 71.100
  • Siapa Menjerat Gus Dur?
    N. R. Akbar
    Rp. 68.000
    Rp. 61.200
  • Adolf Hitler: Pikiran, Tindakan dan Catatan-Catatan Kelam Sang Diktator yang Disembunyikan
    M. Muhibbuddin
    Rp. 64.000
    Rp. 57.600

RATING DAN ULASAN

RATING PELANGGAN

  • |
  • 0 dari 5
Berdasarkan 0 Peringkat & Ulasan
Rekomendasi
0
Sangat Puas
0
Puas
0
Di Bawah Rata-Rata
0
Tidak Puas
0