Detail Buku
Togamas Ecommerce Tahta Sungkawa

Tahta Sungkawa merupakan kumpulan puisi terbaru Binhad Nurrohmat. Ditulis ketika pandemi tengah berlangsung. Masa ketika bermiliar rasa khawatir dan ledakan statistik kematian bagaikan perayaan besar yang gaduh dan muram terjadi setiap hari dan yang tak mustahil menginfeksi kehidupan manusia. Menurutnya, hidup di masa pandemi membuatnya merasa menjadi makhluk berdarah dingin: asyik dengan kata dalam kesunyian dan kesendirian.

Menurutnya pula, puisi tak bisa dimangsa oleh pandemi apa pun dan penyair bisa mati kapan saja—selazim kodrat setiap kehidupan di dunia. Bila serupa organisme yang lain, puisi barangkali perlu vaksin, protokol kesehatan dan karantina agar selamat dari ancaman pandemi. Kesimpulannya, ternyata puisi lebih kebal ketimbang penyair di dunia yang kian rawan dan rentan ini.

9786232935204 51000
Tahta Sungkawa
51000

Tahta Sungkawa merupakan kumpulan puisi terbaru Binhad Nurrohmat. Ditulis ketika pandemi tengah berlangsung. Masa ketika bermiliar rasa khawatir dan ledakan statistik kematian bagaikan perayaan besar yang gaduh dan muram terjadi setiap hari dan yang tak mustahil menginfeksi kehidupan manusia. Menurutnya, hidup di masa pandemi membuatnya merasa menjadi makhluk berdarah dingin: asyik dengan kata dalam kesunyian dan kesendirian.

Menurutnya pula, puisi tak bisa dimangsa oleh pandemi apa pun dan penyair bisa mati kapan saja—selazim kodrat setiap kehidupan di dunia. Bila serupa organisme yang lain, puisi barangkali perlu vaksin, protokol kesehatan dan karantina agar selamat dari ancaman pandemi. Kesimpulannya, ternyata puisi lebih kebal ketimbang penyair di dunia yang kian rawan dan rentan ini.

142 Diva Press Indonesia< 9786232935204

Tahta Sungkawa

Binhad Nurrohmat
Rp. 60.000
Rp. 51.000

DESKRIPSI

Tahta Sungkawa merupakan kumpulan puisi terbaru Binhad Nurrohmat. Ditulis ketika pandemi tengah berlangsung. Masa ketika bermiliar rasa khawatir dan ledakan statistik kematian bagaikan perayaan besar yang gaduh dan muram terjadi setiap hari dan yang tak mustahil menginfeksi kehidupan manusia. Menurutnya, hidup di masa pandemi membuatnya merasa menjadi makhluk berdarah dingin: asyik dengan kata dalam kesunyian dan kesendirian.

Menurutnya pula, puisi tak bisa dimangsa oleh pandemi apa pun dan penyair bisa mati kapan saja—selazim kodrat setiap kehidupan di dunia. Bila serupa organisme yang lain, puisi barangkali perlu vaksin, protokol kesehatan dan karantina agar selamat dari ancaman pandemi. Kesimpulannya, ternyata puisi lebih kebal ketimbang penyair di dunia yang kian rawan dan rentan ini.

DETAIL BUKU

Penerbit : Diva Press
Tahun : 2021
Halaman : 142
Berat : 300 Gram
Dimensi : 14 x 21 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786232935204
  • On Signs (Manusia dan Tanda)
    Umberto Eco
    Rp. 55.000
    Rp. 46.750
  • The Chorus Girl And Other Stories
    Anton Chekhov
    Rp. 70.000
    Rp. 59.500
  • Pramoedya Ananta Toer Dan Sastra Realisme Sosialis
    Eka Kurniawan
    Rp. 79.000
    Rp. 67.150
  • M Frustasi Dan Sajak Jatuh Cinta
    Emha Ainun Nadjib
    Rp. 99.000
    Rp. 84.150
  • Betawi Ngontrak
    Syaiful Amri
    Rp. 65.000
    Rp. 55.250
  • Mojok: Tentang Bagaimana Media Kecil Lahir, Tumbuh, Dan Mencoba Bertahan
    AGus Mulyadi, dkk.
    Rp. 60.000
    Rp. 51.000
  • Cerita Dari Data
    Penulis Cerita dari Data
    Rp. 65.000
    Rp. 55.250
  • Panduan Sehari-hari Kaum Introver Dan Mager
    Lucia Priandarini
    Rp. 80.000
    Rp. 68.000

RATING DAN ULASAN

RATING PELANGGAN

  • |
  • 0 dari 5
Berdasarkan 0 Peringkat & Ulasan
Rekomendasi
0
Sangat Puas
0
Puas
0
Di Bawah Rata-Rata
0
Tidak Puas
0