Detail Buku
Togamas Ecommerce Stasiun

Lelaki tua yang kumal, bau, dan tulalit itu melakukan perjalanan pulang dengan kereta api. pulang! Alangkah indahnya kata itu! Segala kerinduan akan masa lalu, akan dapat terpenuhi. Masa-masa kecil yang bahagia seakan dapat diraih kembali dalam pelukan. Dapatkah lelaki tua itu sampai ke rumahnya? Tidak! Ia sudah mencoba ratusan kali, tetapi tidak pernah berhasil. Ia bahkan melihat mayatnya sendiri di rumahnya, dan para tetangga meyakinkan bahwa itu memang mayatnya. Kembali ke stasiun ia akhirnya terpaksa 'mengangkat kopor dan berjalan tanpa kata',

Perjalanan ulang aliknya yang sia-sia itu ia komentari sendiri sebagai sebuah puisi. Sebuah puisi yang berkisah tentang perjalanan kembali ke akar yang selalu gagal, pencarian diri yang selalu luput. Tetapi ia terus mencoba dan mencobanya, sampai akhir hayatnya. Lingkar alur pencarian diri akan terus berputar sampai maut menjemputnya.

9786026651181 54000
Stasiun
54000

Lelaki tua yang kumal, bau, dan tulalit itu melakukan perjalanan pulang dengan kereta api. pulang! Alangkah indahnya kata itu! Segala kerinduan akan masa lalu, akan dapat terpenuhi. Masa-masa kecil yang bahagia seakan dapat diraih kembali dalam pelukan. Dapatkah lelaki tua itu sampai ke rumahnya? Tidak! Ia sudah mencoba ratusan kali, tetapi tidak pernah berhasil. Ia bahkan melihat mayatnya sendiri di rumahnya, dan para tetangga meyakinkan bahwa itu memang mayatnya. Kembali ke stasiun ia akhirnya terpaksa 'mengangkat kopor dan berjalan tanpa kata',

Perjalanan ulang aliknya yang sia-sia itu ia komentari sendiri sebagai sebuah puisi. Sebuah puisi yang berkisah tentang perjalanan kembali ke akar yang selalu gagal, pencarian diri yang selalu luput. Tetapi ia terus mencoba dan mencobanya, sampai akhir hayatnya. Lingkar alur pencarian diri akan terus berputar sampai maut menjemputnya.

184 Basabasi Indonesia< 9786026651181

Stasiun

Putu Wijaya
Rp. 60.000
Rp. 54.000

DESKRIPSI

Lelaki tua yang kumal, bau, dan tulalit itu melakukan perjalanan pulang dengan kereta api. pulang! Alangkah indahnya kata itu! Segala kerinduan akan masa lalu, akan dapat terpenuhi. Masa-masa kecil yang bahagia seakan dapat diraih kembali dalam pelukan. Dapatkah lelaki tua itu sampai ke rumahnya? Tidak! Ia sudah mencoba ratusan kali, tetapi tidak pernah berhasil. Ia bahkan melihat mayatnya sendiri di rumahnya, dan para tetangga meyakinkan bahwa itu memang mayatnya. Kembali ke stasiun ia akhirnya terpaksa 'mengangkat kopor dan berjalan tanpa kata',

Perjalanan ulang aliknya yang sia-sia itu ia komentari sendiri sebagai sebuah puisi. Sebuah puisi yang berkisah tentang perjalanan kembali ke akar yang selalu gagal, pencarian diri yang selalu luput. Tetapi ia terus mencoba dan mencobanya, sampai akhir hayatnya. Lingkar alur pencarian diri akan terus berputar sampai maut menjemputnya.

DETAIL BUKU

Penerbit : Basabasi
Tahun : 2017
Halaman : 184
Berat : 300 Gram
Dimensi : 14 x 21 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786026651181
  • Yel
    Putu Wijaya
    Rp. 120.000
    Rp. 108.000
  • Telegram
    Putu Wijaya
    Rp. 55.000
    Rp. 49.500
  • Ha Ha Ha
    Putu Wijaya
    Rp. 80.000
    Rp. 72.000
  • Indonesia - Tetralogi 4
    Putu Wijaya
    Rp. 90.000
    Rp. 81.000
  • Dangdut - Tetralogi 1
    Putu Wijaya
    Rp. 80.000
    Rp. 72.000
  • Mala - Tetralogi 3
    Putu Wijaya
    Rp. 100.000
    Rp. 90.000
  • Nora - Tetralogi 2
    Putu Wijaya
    Rp. 85.000
    Rp. 76.500
  • Sesuk
    Tere Liye
    Rp. 89.000
    Rp. 66.750

RATING DAN ULASAN

RATING PELANGGAN

  • |
  • 0 dari 5
Berdasarkan 0 Peringkat & Ulasan
Rekomendasi
0
Sangat Puas
0
Puas
0
Di Bawah Rata-Rata
0
Tidak Puas
0