Detail Buku
Togamas Ecommerce Gerakan Mahasiswa Sebagai Kelompok Penekan

Gerakan mahasiswa di Indonesia selalu melibatkan diri dalam setiap peristiwa-peristiwa politik penting, di antaranya gerakan kesadaran kebangkitan nasional pra-kemerdekaan, gerakan ‘66, dan gerakan Reformasi 1998. Fenomena keterlibatan gerakan mahasiswa dalam politik tersebut dinilai konstan hingga sekarang, dan yang membedakannya hanyalah pergantian ideologi dan kebijakan dari elit pemerintah. Namun, ketika lebih dalam mencermati peranan tersebut, gerakan mahasiswa kerap dilihat tidak dari segi ideologi gerakannya. Padahal, ideologi bisa jadi adalah kunci dari gerakan tersebut.

Gerakan mahasiswa di Indonesia secara struktural dengan studi kasus KM UGM, selalu diperhitungkan dalam melakukan tekanan pada sistem politik. Hampir semua ideologi maupun kepentingan akan memanfaatkan betapa strategisnya peranan gerakan mahasiswa tersebut.

Dalam skema gerakan mahasiswa di tingkat nasional, di tahun 1950, aktivisme intelegensia Gadjah Mada mampu menghadirkan suatu format kelembagaan mahasiswa pertama yang menaungi seluruh kelompok dan merepresentasikan universitas dalam payung besar Keluarga Mahasiswa dengan Dewan Mahasiswa sebagai lembaga perwakilannya. Format tersebut yang kemudian disebut oleh Arbi Sanit (1999) sebagai student government. Pembentukan Dewan Mahasiswa tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari pengaruh dan kepentingan ideologi dominan pada saat itu. Universitas Gadjah Mada sebagai kampus negeri pertama yang didirikan oleh Republik ini menunjukkan bakti tri dharmanya kepada bangsa ini dengan memegang kuat filosofi kampus Pancasila.

9786021453230 36603
Gerakan Mahasiswa Sebagai Kelompok Penekan
36603

Gerakan mahasiswa di Indonesia selalu melibatkan diri dalam setiap peristiwa-peristiwa politik penting, di antaranya gerakan kesadaran kebangkitan nasional pra-kemerdekaan, gerakan ‘66, dan gerakan Reformasi 1998. Fenomena keterlibatan gerakan mahasiswa dalam politik tersebut dinilai konstan hingga sekarang, dan yang membedakannya hanyalah pergantian ideologi dan kebijakan dari elit pemerintah. Namun, ketika lebih dalam mencermati peranan tersebut, gerakan mahasiswa kerap dilihat tidak dari segi ideologi gerakannya. Padahal, ideologi bisa jadi adalah kunci dari gerakan tersebut.

Gerakan mahasiswa di Indonesia secara struktural dengan studi kasus KM UGM, selalu diperhitungkan dalam melakukan tekanan pada sistem politik. Hampir semua ideologi maupun kepentingan akan memanfaatkan betapa strategisnya peranan gerakan mahasiswa tersebut.

Dalam skema gerakan mahasiswa di tingkat nasional, di tahun 1950, aktivisme intelegensia Gadjah Mada mampu menghadirkan suatu format kelembagaan mahasiswa pertama yang menaungi seluruh kelompok dan merepresentasikan universitas dalam payung besar Keluarga Mahasiswa dengan Dewan Mahasiswa sebagai lembaga perwakilannya. Format tersebut yang kemudian disebut oleh Arbi Sanit (1999) sebagai student government. Pembentukan Dewan Mahasiswa tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari pengaruh dan kepentingan ideologi dominan pada saat itu. Universitas Gadjah Mada sebagai kampus negeri pertama yang didirikan oleh Republik ini menunjukkan bakti tri dharmanya kepada bangsa ini dengan memegang kuat filosofi kampus Pancasila.

168 Polgov Research Fisipol Ugm Indonesia< 9786021453230

Gerakan Mahasiswa Sebagai Kelompok Penekan

Lutfi Hamzah Husin
Rp. 42.000
Rp. 36.603

DESKRIPSI

Gerakan mahasiswa di Indonesia selalu melibatkan diri dalam setiap peristiwa-peristiwa politik penting, di antaranya gerakan kesadaran kebangkitan nasional pra-kemerdekaan, gerakan ‘66, dan gerakan Reformasi 1998. Fenomena keterlibatan gerakan mahasiswa dalam politik tersebut dinilai konstan hingga sekarang, dan yang membedakannya hanyalah pergantian ideologi dan kebijakan dari elit pemerintah. Namun, ketika lebih dalam mencermati peranan tersebut, gerakan mahasiswa kerap dilihat tidak dari segi ideologi gerakannya. Padahal, ideologi bisa jadi adalah kunci dari gerakan tersebut.

Gerakan mahasiswa di Indonesia secara struktural dengan studi kasus KM UGM, selalu diperhitungkan dalam melakukan tekanan pada sistem politik. Hampir semua ideologi maupun kepentingan akan memanfaatkan betapa strategisnya peranan gerakan mahasiswa tersebut.

Dalam skema gerakan mahasiswa di tingkat nasional, di tahun 1950, aktivisme intelegensia Gadjah Mada mampu menghadirkan suatu format kelembagaan mahasiswa pertama yang menaungi seluruh kelompok dan merepresentasikan universitas dalam payung besar Keluarga Mahasiswa dengan Dewan Mahasiswa sebagai lembaga perwakilannya. Format tersebut yang kemudian disebut oleh Arbi Sanit (1999) sebagai student government. Pembentukan Dewan Mahasiswa tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari pengaruh dan kepentingan ideologi dominan pada saat itu. Universitas Gadjah Mada sebagai kampus negeri pertama yang didirikan oleh Republik ini menunjukkan bakti tri dharmanya kepada bangsa ini dengan memegang kuat filosofi kampus Pancasila.

DETAIL BUKU

Penerbit : Polgov Research Fisipol UGM
Tahun : 2014
Halaman : 168
Berat : 350 Gram
Dimensi : 14 x 21 Cm
Bahasa : Indonesia
Cover : Soft
ISBN/EAN : 9786021453230
  • Scouting for Boys
    Lord Robert Baden Powell
    Rp. 99.000
    Rp. 86.279
  • Geliat Islam di Negeri Non-Muslim
    Nasaruddin Umar
    Rp. 58.000
    Rp. 50.547
  • Muhammad: Juru Damai di Tengah Benturan Imperium Besar Dunia
    Juan Cole
    Rp. 85.000
    Rp. 74.078
  • Islam Moderat Vs Islam Radikal
    Sri Yunanto
    Rp. 75.000
    Rp. 65.363
  • Mengamankan Laut: Tata Ruang Dan Keamanan Maritim
    Kemenko Maritim
    Rp. 90.000
    Rp. 78.435
  • Untuk Negeriku (Sebuah Otobiografi)
    Muhammad Hatta
    Rp. 149.000
    Rp. 129.854
  • Resolusi Konflik Jembatan Perdamaian
    Ichsan Malik
    Rp. 98.000
    Rp. 85.407
  • Rekam Jejak Anak Tiga Zaman
    Daoed Joesoef
    Rp. 99.000
    Rp. 86.279

RATING DAN ULASAN

RATING PELANGGAN

  • |
  • 0 dari 5
Berdasarkan 0 Peringkat & Ulasan
Rekomendasi
0
Sangat Puas
0
Puas
0
Di Bawah Rata-Rata
0
Tidak Puas
0